Saat ini PT Ijen Lestari Indonesia membina satu desa di kawasan Gunung Ijen dengan melibatkan ratusan petani dalam rantai pasok perusahaan. Melalui program hilirisasi, para petani didorong tidak hanya menjual buah kopi (cherry), tetapi juga menghasilkan produk bernilai tambah melalui pengolahan pascapanen yang lebih baik sehingga kualitas dan pendapatan mereka dapat meningkat.
Heri menuturkan, keikutsertaan perusahaan dalam skema pembiayaan melalui Business Matching menjadi pengalaman pertama.
Selain menjajaki akses permodalan dari sektor perbankan, pihaknya juga mempelajari berbagai alternatif pembiayaan lain, termasuk program yang ditawarkan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Di sisi lain, ia mengakui akses pembiayaan formal bagi petani kopi masih menghadapi sejumlah tantangan. Persyaratan agunan yang diterapkan perbankan, ditambah belum tertatanya administrasi dan laporan keuangan sebagian petani, menjadi kendala utama dalam memperoleh fasilitas pembiayaan.
Karena itu, Heri berharap tersedia lebih banyak skema pembiayaan yang mudah diakses oleh pelaku usaha maupun petani kopi. Menurutnya, dukungan permodalan akan mempercepat pengembangan hilirisasi kopi, memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global, serta meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan para petani.