Rabu, 15 Juli 2026

Skandal Pembakaran Santri di Lombok Kian Disorot, Usai Dibongkar Denny Sumargo Kini Hotman Paris Ikut Bersuara

Photo Author
Jamal Akbar, Narasisatu.com
- Senin, 13 Juli 2026 | 20:11 WIB
Menyoroti kasus dugaan pembakaran Santri di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kini menuai sorotan pengacara, Hotman Paris. (Instagram.com/@hotmanparisofficial)
Menyoroti kasus dugaan pembakaran Santri di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kini menuai sorotan pengacara, Hotman Paris. (Instagram.com/@hotmanparisofficial)

NARASISATU.COM - Sebagian publik di media sosial, tengah ramai menyoroti surat terbuka yang dilayangkan pengacara kondang, Hotman Paris di media sosial.

Terlihat dalam unggahan Instagram @hotmanparisofficial, Hotman memberitahu publik ihwal dirinya yang akan mengawal kasus dugaan pembakaran santri di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam surat terbuka itu, Hotman menyebutkan Tim Hotman Paris 911 bakal datang ke Gedung DPR RI pada hari ini, Senin, 13 Juli 2026.

"Dengan ini diberitahukan kepada awak media bahwa tim Hotman Paris 911 akan menghadiri acara di Komisi III DPR RI pada Senin 13 Juli 2026 pukul 14.00 WIB," demikian bunyi surat tersebut.

Kini, sebagian kalangan menyoroti, Tim Hotman Paris yang diduga mendampingi korban dari kasus dugaan pembakaran santri di Lombok tersebut.

Lebih lanjut, Hotman mengatakan timnya akan hadir dalam rapat dengan DPR dengan topik "Pemanggilan terhadap Kapolres Lombok Tengah, Para Korban dan Keluarga Korban Pembakaran di Ponpes Lombok Tengah".

Sebelumnya, kasus tersebut menuai sorotan publik lantaran pelaku pembakaran seorang santri di Lombok itu masih menjadi misteri.

Terlebih, beredar isu adanya korban yang meninggal dunia hingga mengalami luka berat.

Di samping itu, publik pernah ramai menyoroti pengakuan artis, Denny Sumargo yang membongkar adanya kasus dugaan pembakaran santri di Lombok.

Atas kasus tersebut, pria yang akrab disapa Densu itu sempat mengundang korban dan keluarganya untuk bersuara ihwal dugaan tindak aniaya tersebut.

Kendati demikian, santri asal Lombok batal ke Jakarta, lantaran diduga dijegat pihak berwajib.

Terpisah, Denny Sumargo menyebut, hal tersebut disebabkan kondisi korban yang masih dalam perawatan.

"Menurut keterangan yang terdapat dari pengacara korban, karena korban sedang dalam penanganan dan pengobatan di rumah sakit setempat," kata Denny Sumargo dalam tiktok pribadinya @dennysumargoreal, pada Jumat, 10 Juli 2026.

Bagi yang belum tahu, peristiwa ini diduga terjadi pada akhir 2025 lalu di Pesantren Rosyidatussaulatiyayah Al Ibrahimy, Desa Aik Dareq, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah.

Kejadian mengenaskan itu disinyalir terjadi saat waktu istirahat para santri, tanpa sepengetahuan pihak pondok.

Halaman:

Editor: Ayyub Al Ayyubi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini

Terpopuler

X