Saat itu, sekitar 5 orang santri berkumpul di sebuah ruangan, setelah salah seorang santri bernama berinisial MR meminta temannya membeli bensin.
Diketahui, bensin tersebut mulanya akan digunakan untuk buat meluruskan kayu bengkok sebagai bahan pembuatan ketapel.
Pada momen tersebut, sebagian bensin dituangkan ke wadah mika kosong untuk dibakar.
Namun tanpa sengaja botol bensin itu belum ditutup tersenggol hingga api menyambar kasur bekas di belakang mereka.
Lalu, kobaran api dengan cepat membesar dan memenuhi ruangan, sementara MR bersama YS berhasil keluar melalui pintu.
Sementara 3 santri lainnya, yakni berinisial SS, SAH, dan DR tidak dapat menyelamatkan diri karena terhalang kobaran api.***