Sabtu, 18 Juli 2026

Biar Pembaca yang Menilai, Tak Perlu Asal Cap Media Abal-Abal, Begini Sindiran Pimpinan Redaksi Ini

Photo Author
Adinda Novia Ramadhani, Narasisatu.com
- Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:57 WIB
SKETSA: Ayyup Al Ayyubi, Pimpinan Redaksi
SKETSA: Ayyup Al Ayyubi, Pimpinan Redaksi

Narasisatu.com - Pimpinan Redaksi Narasisatu.com, Ayyub Al Ayyubi, melontarkan kritik keras terhadap salah satu media online yang melabeli medianya sebagai "media abal-abal".

Menurutnya, tudingan itu tidak hanya melanggar etika jurnalistik, tetapi juga disampaikan tanpa konfirmasi maupun hak jawab.

Ayyub menegaskan, media yang mengaku profesional seharusnya mengedepankan fakta, bukan membangun opini dengan memberi cap negatif kepada kompetitor.

"Kalau merasa medianya paling benar, buktikan lewat karya jurnalistik yang berkualitas. Jangan mencari panggung dengan merendahkan media lain. Menuduh tanpa data dan tanpa konfirmasi justru menunjukkan kualitas jurnalisme yang dipertanyakan," tegasnya, Sabtu (18/07/2026).

Baca Juga: Kosmetik Ilegal Beromzet Fantastis Dibongkar, Polisi Selamatkan 15 Ribu Warga dari Produk Berbahaya

Ia menilai, status berbadan hukum, memiliki UKW, atau atribut administratif lainnya bukanlah tiket untuk menghakimi media lain.

"Jangan merasa paling suci hanya karena sudah PT atau sudah UKW. Profesionalisme diukur dari kepatuhan pada Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, bukan dari kesombongan merasa paling benar," katanya, saat ditemui di salah satu caffe di Bangil.

Pria berambut gondrong itu juga menegaskan, istilah "media abal-abal" bukan kategori hukum dalam regulasi pers. Karena itu, penggunaan istilah tersebut tanpa dasar dan bukti hanya berpotensi mencemarkan nama baik pihak lain.

"Kalau memang ada pelanggaran, buka datanya, tunjukkan buktinya, dan lakukan konfirmasi. Bukan asal melempar stigma. Jurnalisme bukan arena saling menjatuhkan, tetapi menyampaikan fakta secara berimbang," ujarnya.

Menurutnya, media yang benar-benar menjaga marwah pers tidak akan sibuk menyerang kompetitor. Kepercayaan publik dibangun lewat akurasi, integritas, dan etika, bukan dengan menyerang kredibilitas media lain.

Baca Juga: Diduga Janjikan Masuk ASN Kejaksaan, Oknum Advokat Dilaporkan atas Dugaan Penipuan Rp520 Juta

"Kalau karya jurnalistiknya kuat, tidak perlu sibuk melabeli media lain. Biarkan publik yang menilai siapa yang benar-benar profesional," sindirnya.

Ayyub menambahkan, pemberitaan Narasisatu.com terkait dugaan penggelapan kas Pasar Padang Howo, Desa Randupitu Kecamatan Gempol, tidak menyebut nama seseorang maupun menghakimi pihak tertentu. Bahkan, perkara tersebut telah dilaporkan di Polres Pasuruan.

"Kalau merasa ada yang keliru, tunjukkan letak kesalahannya dengan menggunakan hak jawab. Jangan menyerang medianya karena itu justru menunjukkan ketidakmampuan membantah substansi pemberitaan," pungkasnya. (Mal) 

Editor: Jamal Akbar

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X