NARASISATU.COM -Penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, berlangsung aman, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Hasil pemantauan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua menunjukkan pelaksanaan SPMB berjalan sukses, sekaligus menghadirkan kisah menarik tentang peran nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang mengantarkan banyak calon murid diterima di sekolah impian mereka.
Ketua Panitia SPMB SMP Negeri 2 Mimika, Pesta P. Pandiangan, menjelaskan bahwa seluruh berkas pendaftaran calon murid langsung diperiksa oleh panitia. Apabila ditemukan persyaratan yang belum sesuai dengan petunjuk teknis, berkas akan dikembalikan agar segera dilengkapi oleh pendaftar.
"Untuk jalur zonasi, proses verifikasi relatif berjalan lancar dan masyarakat dapat menerima ketentuan yang berlaku. Sementara untuk jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi, prosesnya dilakukan secara lebih cermat dengan melibatkan dinas pendidikan agar seluruh keputusan benar-benar sesuai aturan," jelas Pesta.
Pesta juga membagikan pengalaman selama proses seleksi. Salah seorang calon murid mendaftarkan diri melalui jalur prestasi dengan membawa sejumlah sertifikat perlombaan. Setelah diverifikasi, panitia mendapati bahwa sertifikat tersebut hanya menunjukkan status sebagai peserta, bukan juara lomba, sehingga tidak memenuhi syarat pada jalur prestasi.
Namun setelah dilakukan pengecekan terhadap hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), calon murid tersebut memperoleh nilai rata-rata di atas 80. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, capaian akademik tersebut kemudian menjadi dasar diterimanya peserta didik melalui jalur prestasi.
"Orang tua murid bahkan tidak menyangka bahwa nilai TKA anaknya justru menjadi faktor utama yang mengantarkannya diterima di sekolah yang diimpikan," terang Pesta.
Hal serupa disampaikan oleh salah seorang orang tua calon murid, Julius P. Saragih. Pada SPMB tahun ajaran 2026/2027, ia memilih mendaftarkan anaknya melalui jalur prestasi dengan mengandalkan nilai TKA.
"Nilai TKA sangat membantu anak kami. Jalur prestasi bukan hanya ditentukan oleh prestasi lomba, tetapi juga kemampuan akademik. Jika kami menggunakan jalur domisili, kemungkinan besar anak kami tidak akan diterima karena berada di luar wilayah yang ditetapkan," tutur Julius.
Keberhasilan pelaksanaan SPMB juga dirasakan pada jenjang SMA. Kepala SMA Negeri 1 Mimika, Nona Yeniy Gogani, mengatakan bahwa selama proses penerimaan tidak ditemukan kendala yang berarti. Seluruh persoalan dapat diselesaikan melalui koordinasi yang baik antara sekolah, masyarakat, dan dinas pendidikan.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pelaksanaan SPMB. Selain itu, peran dinas pendidikan dinilai sangat menentukan agar seluruh sekolah tetap menjalankan proses penerimaan sesuai aturan yang telah ditetapkan.
"Mulai dari dinas pendidikan sebagai pengawas hingga sekolah sebagai pelaksana selalu membangun koordinasi yang baik. Semua pihak menjalankan tugas sesuai petunjuk teknis dan memberikan penjelasan secara humanis kepada masyarakat, sehingga ketika ada calon murid yang belum dapat diterima, orang tua dapat memahami alasan yang disampaikan sekolah," ujar Nona.
Sementara itu, Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Nius Wenda, menjelaskan bahwa berbagai langkah strategis telah dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Mimika jauh sebelum pelaksanaan SPMB dimulai. Sekitar satu bulan sebelumnya, dinas pendidikan bersama seluruh sekolah melakukan pemetaan wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi sebagai dasar pelaksanaan sosialisasi.
Sosialisasi tersebut melibatkan media lokal, media sosial sekolah, serta berbagai saluran komunikasi agar masyarakat memahami mekanisme SPMB sejak awal. Menurutnya, upaya tersebut berhasil mengurangi potensi kesalahpahaman antara masyarakat dan pihak sekolah.
"Saya selalu menegaskan kepada seluruh sekolah agar berpegang teguh pada petunjuk teknis. Jangan mencoba bermain di balik proses penerimaan. Integritas, keadilan, objektivitas, dan pelayanan tanpa diskriminasi harus menjadi prinsip utama dalam setiap tahapan SPMB," tegas Nius.