Selasa, 14 Juli 2026

Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Jadi Kunci Hadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Photo Author
Jamal Akbar, Narasisatu.com
- Senin, 13 Juli 2026 | 20:38 WIB
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

NARASISATU.COM -Pemerintah terus memperkuat upaya mewujudkan pendidikan yang bermutu dan merata bagi seluruh anak Indonesia sebagai amanat konstitusi sekaligus komitmen Presiden.

Dalam mewujudkan tujuan tersebut, keterlibatan masyarakat dinilai menjadi bagian penting untuk memperluas akses layanan pendidikan yang berkualitas, mudah dijangkau, dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi aktif dalam penyelenggaraan pendidikan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat mencerminkan semangat gotong royong dalam membangun sistem pendidikan nasional yang semakin inklusif dan merata.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu pemerintah menyelenggarakan pendidikan. Ini adalah amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Bersama-sama kita memenuhi amanat konstitusi agar setiap anak Indonesia memperoleh layanan pendidikan yang bermutu," ujar Mendikdasmen, Sabtu (11/7) di Cimanggis, Depok.

Abdul Mu'ti menegaskan bahwa kebijakan pemerintah selaras dengan komitmen Presiden dalam menghadirkan layanan pendidikan yang semakin accessible, sehingga mudah diakses masyarakat, sekaligus affordable, agar biaya pendidikan dapat dijangkau oleh berbagai kalangan.

Selain memperluas akses, Mendikdasmen juga mengajak seluruh satuan pendidikan, baik yang dikelola pemerintah maupun masyarakat, untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan. Menurutnya, sekolah harus mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

Ia menjelaskan bahwa pendidikan Indonesia harus mampu mempersiapkan peserta didik menjadi pribadi yang capable, yakni terampil, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, Kemendikdasmen mulai memperkuat pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), disertai dukungan sarana serta peningkatan kompetensi guru sebagai bekal menghadapi perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

Meski demikian, penguasaan teknologi harus dibarengi dengan pembentukan karakter peserta didik agar mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.

"Anak-anak harus menguasai teknologi informasi, tetapi juga memiliki kesalehan digital dan digital civility. Kemajuan teknologi harus diiringi dengan adab, etika, dan tanggung jawab dalam ruang digital," tegasnya.

Dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah juga memperkuat implementasi kebijakan Pembelajaran Mendalam yang berlandaskan tiga prinsip utama, yaitu mindful, meaningful, dan joyful atau berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong peserta didik mengembangkan seluruh potensi sesuai fitrah serta bakat yang dimiliki.

Menutup keterangannya, Abdul Mu'ti optimistis bahwa kolaborasi yang terus dibangun antara pemerintah dan masyarakat akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045.

"Anak-anak harus diberikan ruang seluas-luasnya untuk mengaktualisasikan potensinya. Saya yakin, melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat, kita dapat membangun generasi Indonesia Emas 2045 yang unggul, cakap, dan bermartabat," tutup Mendikdasmen.

Editor: Ayyub Al Ayyubi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

Terpopuler

X