pemerintahan

Kepala Bakom RI Ajak Mahasiswa UI Kritisi MBG Berbasis Data, Agar Perbaikannya Bisa Fokus pada Masalah di Lapangan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 13:37 WIB
Mengintip diskusi Bakom RI dengan BEM UI yang membahas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga manfaatnya bagi masyarakat. (Instagram.com/@zonamahasiswa.id)

NARASISATU.COM - Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) berdiskusi mengenai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Diskusi itu tampak usai adanya perbincangan dua arah, antara Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari dengan Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra dalam diskusi publik bertajuk 'Dua Sisi', pada Jumat, 17 Juli 2026.

Dalam forum debat publik itu, perbincangan menarik datang saat Mahasiswa UI tersebut membahas program MBG yang menggunakan anggaran pendidikan.

Fathimah mulanya menyoroti anggaran program MBG yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca Juga: PT. Mega Marine Pride Salurkan Bantuan Untuk Karang Taruna Putra Samirejo Desa Wonokoyo

Wakil Ketua BEM itu menyoroti, anggaran untuk program nasional itu seharusnya bisa lebih bermanfaat digunakan untuk pendidikan.

"Bagi kami sama karena masih menggunakan sama-sama anggaran pendidikan," kata Fathimah.

"Jadi, ini semua sebetulnya masih terkait dengan pendidikan karena anggarannya dari sama-sama pendidikan," sambungnya.

Menanggapi hal itu, Qodari selaku Kepala Bakom RI mencoba meluruskan cara pandang Fathimah dalam memahami program MBG sebagai bagian dari pendidikan.

Berdasarkan data yang diterimanya, Qodari membeberkan fakta bahwa sekitar 56 persen siswa masuk ke sekolah dalam keadaan lapar.

Baca Juga: Hotman Paris Ngaku Jadi Pengacara Febrie Adriansyah, Eks Jampidsus Itu Hari Ini Diperiksa sebagai Tersangka

Qodari lantas kembali menyoroti fenomena yang sering terjadi sebelum adanya program MBG.

Kepala Bakom RI itu menilai, tak sedikit siswa sekolah tidak fokus saat belajar di dalam kelas disebabkan belum makan.

"Kalau dia lapar enggak bisa belajar dengan baik, enggak dengerin guru walaupun seberapapun materi yang diberikan oleh guru bagus," ungkap Qodari.

Halaman:

Tags

Terkini